Langsung ke konten utama

MENGINTIP DUNIA LEWAT BUKU


      Bertamasya sekaligus berpetualang yang tak butuh banyak biaya bisa dilakukan dengan jalan membaca. Entah itu membaca buku, majalah maupun koran. Namun minat baca dikalangan masyarakat kita masih sangat kurang dibandingkan dengan masyarakat di negara maju. Di sana, orang lebih suka memanfaatkan waktu luangnya untuk membaca, ketika didalam kendaraan umum, dalam kereta api misalnya. Lain halnya dengan di Indonesia, justru asyik berkutat dengan gadgetnya.     Untuk menumbuhkan minat baca seseorang, bisa dimulai dari keluarga,saat si anak mulai mengenal huruf dan belajar membaca; Orang tua selayaknya menyediakan ruang special dalam rumahnya untuk dijadikan perpustakaan keluarga atau paling tidak menyediakan bacaan bermutu yang disesuaikan dengan tingkatan usia anggota keluarga.     Seseorang yang gemar membaca biasa disebut dengan si Kutu Buku, seringkali di gambarkan dengan sesosok orang berkacamata tebal, rambut licin dan tertata rapi, dengan baju kancing hingga leher, gigi berkawat, serta kemana pergi selalu tak ketinggalan membawa buku-buku tebal. Dan kalau berbicara seolah gugup. Mungkin karena citraan semacam itu menjadikan orang enggan membaca sebab tidak ingin menjadi culun atau gagap seperti dalam film atau sinetron di televisi.     Dalam ajaran Islam sendiri, ada firman Tuhan yang memerintahkan manusia untuk membaca. Perintah tersebut sekaligus sebagai wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad S.A.W.     Dengan demikian, anjuran untuk gemar membaca bukan berasal dari manusia tapi langsung dari Sang Pencipta. Benar kiranya pepatah yang berbunyi Buku Adalah Jendela Dunia. Karena dari aktivitas satu ini akan ada pengetahuan baru yang kita dapat. Dan predikat si Kutu Buku bukanlah seorang yang introvert, gagap, kaku dan berpenampilan kuno. Tapi dia yang menggenggam pengetahuan di tangannya.SELAMAT HARI BUKU SEDUNIATumiyang, 230415

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN BERSEDIH MESKI NASI SUDAH MENJADI SEMANGKUK BUBUR

PERENUANGAN #2...

METAMORFOSIS Telur -> Ulat -> Kepompong -> Kupu-Kupu Bukan proses yang sederhana. Boleh dikatakan sangat istimewa. Betapa tidak, perjalanan “to be” tersebut begitu panjang; banyak aral rintangan di sepanjang perjalanan. Entah faktor alam atau faktor predator.             Coba perhatikan dengan seksama, ketika masih berwujud telur, bahaya pun mulai mengintai; dari mulai dimangsa serangga atau dimusnahkan oleh manusia. Disaat telur menetas menjadi ulat, kembali cobaan mendera, bisa dipatuk burung dan lagi-lagi peran manusia ikut andil memusnahkannya dengan menyemprotkan cairan beracun. Tak sedikit dari mereka yang mati, namun ada juga diantara mereka yang   dan meneruskan perjuangannya   “to be.”             Meskipun demikian, penderitaan tidak cukup sampai di situ saja. Masih tetap berlanjut saat si ulat melakukan meditasi menyempurnakan wuju...

CINTA, CINTA, CINTA...

anak muda jatuh cinta anak muda putus cinta anak muda mencari cinta manusia butuh cinta cinta datang cinta pergi cinta melukai tak usah kau kejar dia yang pergi tak perlu menangis untuk yang melukai dengan seringai tajam berambisi cinta akan datang cinta akan menemani bukan dia tapi ada yang mengganti tenanglah, itu kiriman dari Illahi. 24102016