Langsung ke konten utama

PERENUANGAN #2...



METAMORFOSIS

Telur -> Ulat -> Kepompong -> Kupu-Kupu

Bukan proses yang sederhana. Boleh dikatakan sangat istimewa. Betapa tidak, perjalanan “to be” tersebut begitu panjang; banyak aral rintangan di sepanjang perjalanan. Entah faktor alam atau faktor predator.

            Coba perhatikan dengan seksama, ketika masih berwujud telur, bahaya pun mulai mengintai; dari mulai dimangsa serangga atau dimusnahkan oleh manusia. Disaat telur menetas menjadi ulat, kembali cobaan mendera, bisa dipatuk burung dan lagi-lagi peran manusia ikut andil memusnahkannya dengan menyemprotkan cairan beracun. Tak sedikit dari mereka yang mati, namun ada juga diantara mereka yang  dan meneruskan perjuangannya  “to be.”
            Meskipun demikian, penderitaan tidak cukup sampai di situ saja. Masih tetap berlanjut saat si ulat melakukan meditasi menyempurnakan wujudnya, melepaskan diri dari samsara yang membelenggu. Pada akhirnya ia bisa berteriak lantang “I’m Butterfly.” Dan hanya yang pantang menyerahlah yang berhasil mencapai puncak ini.

            Demikian seyogianya dengan mansia yang dianugerahi cipta, rasa, dan karsa. Harus lebih tangguh dari seekor ulat. Memang, to reach the top, must start from the bottom. Mustahil kegemilangan tanpa didahului masa-masa suram dan pahit. Bahkan Sir Thomas Alfa Edison pun harus kegagalan 9999 kali, hanya untuk menghasilkan sebuah bola lampu. Apa jadinya jika pada percobaan pertama gagal, dan menyerah? Tentu kita tak akan menikmati gemerlap kota dengan sinar lampu dan rumah kita hanya akan diterangi oleh lampu minyak atau sebatang lilin.
            So, kitapun harus lebih bisa bermetamorfosis dalam menggapai cita-cita tanpa harus minder darimana kita berasal. Tidak cukup dengan kebulatan tekad, tapi disertai tindakan nyata serta doa.

Dare to fail, dare to success.

01102008
00:53 WIB

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN BERSEDIH MESKI NASI SUDAH MENJADI SEMANGKUK BUBUR

CINTA, CINTA, CINTA...

anak muda jatuh cinta anak muda putus cinta anak muda mencari cinta manusia butuh cinta cinta datang cinta pergi cinta melukai tak usah kau kejar dia yang pergi tak perlu menangis untuk yang melukai dengan seringai tajam berambisi cinta akan datang cinta akan menemani bukan dia tapi ada yang mengganti tenanglah, itu kiriman dari Illahi. 24102016