Langsung ke konten utama

SHORT STORY:

ALI DAN PEREMPUAN HUMANOID

            Dengan mesin waktu NXO 007, Ali mengunjungi tahun 2030. Saat itu dia sudah berumur 25 tahun. Sudah menikah dengan kembaran kekasihnya yang tersesat saat keduanya menjelajah di tahun 1111.
            Perempuan kembaran kekasihnya itu, memiliki tabiat yang sedikit berbeda. Ia seperti laiknya humanoid. Perempuan yang bisa jatuh cinta, memiliki nafsu dan ingin berketurunan.
            Meski keduanya saling mencintai, namun Ali selalu tertekan dan kalah oleh istrinya. Hingga pada suatu malam,pukul 00:09:22:02 dalam satuan waktu GMT, Ali berencana kembali ke tahun di mana ia berangkat. Saat dia menemukan selembar foto ibunya dengan sebuah catatan kecil di belakang foto : SEJAUH APAPUN KAU PERGI, JANGAN LUPA UNTUK KEMBALI. SEBAB RINDU ADALAH PANGGILAN UNTUK SEGERA PULANG.
            Dia tersadar kalau dirinya berada di tahun yang salah. Tahun di mana ruhnya terjebak di dalam tubuh dewasanya. Namun sayang, mesin waktu telah dihancurkan oleh istri humanoidnya.
            Ali kini benar-benar terjebak di ruang waktu yang sangat jauh dari usia yang sebenarnya.

                                                                                                            30072017



 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN BERSEDIH MESKI NASI SUDAH MENJADI SEMANGKUK BUBUR

PERENUANGAN #2...

METAMORFOSIS Telur -> Ulat -> Kepompong -> Kupu-Kupu Bukan proses yang sederhana. Boleh dikatakan sangat istimewa. Betapa tidak, perjalanan “to be” tersebut begitu panjang; banyak aral rintangan di sepanjang perjalanan. Entah faktor alam atau faktor predator.             Coba perhatikan dengan seksama, ketika masih berwujud telur, bahaya pun mulai mengintai; dari mulai dimangsa serangga atau dimusnahkan oleh manusia. Disaat telur menetas menjadi ulat, kembali cobaan mendera, bisa dipatuk burung dan lagi-lagi peran manusia ikut andil memusnahkannya dengan menyemprotkan cairan beracun. Tak sedikit dari mereka yang mati, namun ada juga diantara mereka yang   dan meneruskan perjuangannya   “to be.”             Meskipun demikian, penderitaan tidak cukup sampai di situ saja. Masih tetap berlanjut saat si ulat melakukan meditasi menyempurnakan wuju...

CINTA, CINTA, CINTA...

anak muda jatuh cinta anak muda putus cinta anak muda mencari cinta manusia butuh cinta cinta datang cinta pergi cinta melukai tak usah kau kejar dia yang pergi tak perlu menangis untuk yang melukai dengan seringai tajam berambisi cinta akan datang cinta akan menemani bukan dia tapi ada yang mengganti tenanglah, itu kiriman dari Illahi. 24102016