Langsung ke konten utama

PUISI

PADA DINDING KAMAR
Ada sebuah peta di dinding kamar
dengan tanah bak pelangi
dan rimbunnya hutan tropis mirip harum manis
inikah negeri dongeng
yang pernah kudengar waktu kecil dulu?
melihatmu bermahkota untaian bunga
gaun yang kau pakai
membuatmu seperti Cinderela
meski tanpa sepatu kaca
Dik, pijakkan kedua kakimu di atas tanah
basah
sisa hujan semalam hanya membuat kakimu kotor
itu lebih baik
daripada dunia mengotori hatimu
jangan terlena dengan warna-warna indah yang kau lihat
itu hanya fatamorgana
bersihkan lagi dinding kamarmu
sewarna awan putih
lihatlah, dari balik awan
matahari bersinar cerah menerpa dinding kamarmu.
19102016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN BERSEDIH MESKI NASI SUDAH MENJADI SEMANGKUK BUBUR

PERENUANGAN #2...

METAMORFOSIS Telur -> Ulat -> Kepompong -> Kupu-Kupu Bukan proses yang sederhana. Boleh dikatakan sangat istimewa. Betapa tidak, perjalanan “to be” tersebut begitu panjang; banyak aral rintangan di sepanjang perjalanan. Entah faktor alam atau faktor predator.             Coba perhatikan dengan seksama, ketika masih berwujud telur, bahaya pun mulai mengintai; dari mulai dimangsa serangga atau dimusnahkan oleh manusia. Disaat telur menetas menjadi ulat, kembali cobaan mendera, bisa dipatuk burung dan lagi-lagi peran manusia ikut andil memusnahkannya dengan menyemprotkan cairan beracun. Tak sedikit dari mereka yang mati, namun ada juga diantara mereka yang   dan meneruskan perjuangannya   “to be.”             Meskipun demikian, penderitaan tidak cukup sampai di situ saja. Masih tetap berlanjut saat si ulat melakukan meditasi menyempurnakan wuju...

CINTA, CINTA, CINTA...

anak muda jatuh cinta anak muda putus cinta anak muda mencari cinta manusia butuh cinta cinta datang cinta pergi cinta melukai tak usah kau kejar dia yang pergi tak perlu menangis untuk yang melukai dengan seringai tajam berambisi cinta akan datang cinta akan menemani bukan dia tapi ada yang mengganti tenanglah, itu kiriman dari Illahi. 24102016