Langsung ke konten utama

PUISI:



HAMA HOAX
lagi-lagi ada gara-gara
sebuah negara agraris tengah diserang hama hoax
orang-orang kalang kabut
masing-masing mencari referensi 
dari mereka-reka sendiri
buka kamus hingga
tanya ke sesepuh, si mbah google
menerawang apa yang sebenarnya terjadi
di dalam rumah dan
di luar rumah sama hebohnya
ada yang main mata
jadi main gila
ada yang main kata
jadi huru-hara
hoax hoax hoax
hama endemik yang masif menyebar
janji hoax
cinta hoax
rindu hoax
berita hoax
dipoles mengkilap
membuat orang-orang semakin khilaf
hoax hoax hoax
meracuni hati dan akal
hingga orang-orang cuti nalar
03022017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN BERSEDIH MESKI NASI SUDAH MENJADI SEMANGKUK BUBUR

PERENUANGAN #2...

METAMORFOSIS Telur -> Ulat -> Kepompong -> Kupu-Kupu Bukan proses yang sederhana. Boleh dikatakan sangat istimewa. Betapa tidak, perjalanan “to be” tersebut begitu panjang; banyak aral rintangan di sepanjang perjalanan. Entah faktor alam atau faktor predator.             Coba perhatikan dengan seksama, ketika masih berwujud telur, bahaya pun mulai mengintai; dari mulai dimangsa serangga atau dimusnahkan oleh manusia. Disaat telur menetas menjadi ulat, kembali cobaan mendera, bisa dipatuk burung dan lagi-lagi peran manusia ikut andil memusnahkannya dengan menyemprotkan cairan beracun. Tak sedikit dari mereka yang mati, namun ada juga diantara mereka yang   dan meneruskan perjuangannya   “to be.”             Meskipun demikian, penderitaan tidak cukup sampai di situ saja. Masih tetap berlanjut saat si ulat melakukan meditasi menyempurnakan wuju...

CINTA, CINTA, CINTA...

anak muda jatuh cinta anak muda putus cinta anak muda mencari cinta manusia butuh cinta cinta datang cinta pergi cinta melukai tak usah kau kejar dia yang pergi tak perlu menangis untuk yang melukai dengan seringai tajam berambisi cinta akan datang cinta akan menemani bukan dia tapi ada yang mengganti tenanglah, itu kiriman dari Illahi. 24102016