Langsung ke konten utama

PENYAIR JOMBLO


     Aku tak ingin disebut sebagai seorang penyair. Sebab tulisan-tulisanku yang konon mirip puisi itu kerap memikat perhatian orang-orang terutama para perempuan. Ya, mereka ternyata menyukai tulisan yang menurutku tak lebih dari curahan hati ABG. Padahal usiaku hampir menginjak kepala tiga. 
     Suatu hari, ada seorang sahabat yang menawarkan bantuannya untuk menerbitkan puisiku ke sebuah koran regional. Awalnya aku menolak, tapi karena dia terus mendesak akhirnya aku pun mencoba peruntungan itu. Tanpa kuduga, tiga puisi pertamaku tembus meja redaksi. "Yess,"batinku.
     Sejak saat itulah, puisi-puisi berikutnya bermunculan hingga aku memiliki beberapa buku antologi baik yang tunggal maupun bersama para penyair terkenal. Sampai suatu ketika, aku menghadiri sarasehan budaya di kota kelahiranku seorang wartawan sebuah televisi swasta mewawancaraiku           "Wah Mas penyair tentunya banyak fans dari kaum perempuan nih, terutama gadis-gadis cantik," ujar wartawan tersebut. 
"Ah tidak juga Mas," jawabku. 
"Pastinya Mas punya pacar dong?" tanya wartawan itu lagi.
 "Wah saya malah belum punya pacar Mas," jawabku. 
"Masa sih? Penyair kok Jomblo?" celetuk seorang wartawan yang lainnya.

Tumiyang Pekuncèn, 04092017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUISI MBELING (ANTOLOGI BIAR MBELING ASAL ELING) #4

RONG-RONG kain batik kain barong berpakaian rapi ternyata garong mirip legenda si buta terong pegang pistol main todong main petak umpet sembunyi di lorong pura-pura jujur padahal bohong pura-pura loyal padahal merongrong mencuri kabel simpan di gorong-gorong kalau tertangkap malah teriak minta tolong rong, garong, garong wajahnya tampak bengis meski tanpa kumis baiknya pakai mimis untuk memberondong biar tak ada lagi yang suka nyolong biar kapok dan tak main serong. 22102016

SEPENGGAL KISAH KAMIS SENJA

02.30 sore duduk santai di beranda minum kopi sambil baca koran hmm... sungguh mengasyikkan kubaca koran yang aku lupa koran apa namanya halaman duabelas ada tulisan yang begini bunyinya :                 Tewas , usus terburai, kelamin terpotong , kepala terlepas dan kepala itu menggelinding, meluncur dengan cepat menuju ke pedagang kelapa. Dikira kelapa lalu diparut dan kemudian dilemparkan lagi. Kepala itu meluncur ke pedagang semangka, diambilnya dikira semangka, dipotong dan dicampakkan lagi ke got, dijilat anjing, dikerubuti lalat dan menggelinding lagi ke lapangan bola.                 Di sana, kepala itu ditendang kesana kemari, dikira bola digiring dan digolkan ke gawang. Dan kepala itu terus meluncur tanpa tuju sampai akhirnya ia terhenti di depan pintu dapur warung makan. Kepala itu lalu diambil si pemilik...