Langsung ke konten utama

KATAMU "HIDUP ADALAH PILIHAN"


Hidup adalah pilihan
tidak memilihpun merupakan satu pilihan
kenapa memaksa harus memilih?
padahal kau sendiri yang berkata:
"Hidup adalah pilihan."
dan aku memilih untuk tidak memilih
kenapa kau tetap memaksa aku untuk memilih
padahal hidup itu pilihan
biarkan aku memilih untuk tidak memilih
meski kau selalu bilang "Hidup adalah pilihan."
aku tak peduli, sebab aku memilih untuk tidak memilih
bukan ini bukan golput
bukan ini bukan tentang kotak suara
bukan ini bukan tentang kartu suara
bukan ini bukan tentang calon-calon
bukan ini bukan tentang pilihan
bukan ini bukan tentang perempuan-perempuan
bukan ini bukan tentang cinta
bukan ini bukan tentang siapa-siapa
bukan ini bukan tentang apa-apa
bukan ini bukan tentang sesuatu
bukan ini bukan itu
bukan itu bukan ini
ini bukan itu bukan
itu bukan ini bukan
ini itu bukan
itu ini bukan
bukan itu ini
bukan ini itu
siapa yang dipilih
tak ada yang dipilih
meski ada yang dipilih
tapi memilih untuk tak memilih
walau kau kembali berbisik "Ingat hidup itu adalah pilihan."
lalu kubalas bisikanmu "Izinkanku untuk memilih tidak memilih."
Tumiyang, Pekuncen 10022018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUISI MBELING (ANTOLOGI BIAR MBELING ASAL ELING) #4

RONG-RONG kain batik kain barong berpakaian rapi ternyata garong mirip legenda si buta terong pegang pistol main todong main petak umpet sembunyi di lorong pura-pura jujur padahal bohong pura-pura loyal padahal merongrong mencuri kabel simpan di gorong-gorong kalau tertangkap malah teriak minta tolong rong, garong, garong wajahnya tampak bengis meski tanpa kumis baiknya pakai mimis untuk memberondong biar tak ada lagi yang suka nyolong biar kapok dan tak main serong. 22102016

SEPENGGAL KISAH KAMIS SENJA

02.30 sore duduk santai di beranda minum kopi sambil baca koran hmm... sungguh mengasyikkan kubaca koran yang aku lupa koran apa namanya halaman duabelas ada tulisan yang begini bunyinya :                 Tewas , usus terburai, kelamin terpotong , kepala terlepas dan kepala itu menggelinding, meluncur dengan cepat menuju ke pedagang kelapa. Dikira kelapa lalu diparut dan kemudian dilemparkan lagi. Kepala itu meluncur ke pedagang semangka, diambilnya dikira semangka, dipotong dan dicampakkan lagi ke got, dijilat anjing, dikerubuti lalat dan menggelinding lagi ke lapangan bola.                 Di sana, kepala itu ditendang kesana kemari, dikira bola digiring dan digolkan ke gawang. Dan kepala itu terus meluncur tanpa tuju sampai akhirnya ia terhenti di depan pintu dapur warung makan. Kepala itu lalu diambil si pemilik...