Langsung ke konten utama

KATAMU "HIDUP ADALAH PILIHAN"


Hidup adalah pilihan
tidak memilihpun merupakan satu pilihan
kenapa memaksa harus memilih?
padahal kau sendiri yang berkata:
"Hidup adalah pilihan."
dan aku memilih untuk tidak memilih
kenapa kau tetap memaksa aku untuk memilih
padahal hidup itu pilihan
biarkan aku memilih untuk tidak memilih
meski kau selalu bilang "Hidup adalah pilihan."
aku tak peduli, sebab aku memilih untuk tidak memilih
bukan ini bukan golput
bukan ini bukan tentang kotak suara
bukan ini bukan tentang kartu suara
bukan ini bukan tentang calon-calon
bukan ini bukan tentang pilihan
bukan ini bukan tentang perempuan-perempuan
bukan ini bukan tentang cinta
bukan ini bukan tentang siapa-siapa
bukan ini bukan tentang apa-apa
bukan ini bukan tentang sesuatu
bukan ini bukan itu
bukan itu bukan ini
ini bukan itu bukan
itu bukan ini bukan
ini itu bukan
itu ini bukan
bukan itu ini
bukan ini itu
siapa yang dipilih
tak ada yang dipilih
meski ada yang dipilih
tapi memilih untuk tak memilih
walau kau kembali berbisik "Ingat hidup itu adalah pilihan."
lalu kubalas bisikanmu "Izinkanku untuk memilih tidak memilih."
Tumiyang, Pekuncen 10022018

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN BERSEDIH MESKI NASI SUDAH MENJADI SEMANGKUK BUBUR

PERENUANGAN #2...

METAMORFOSIS Telur -> Ulat -> Kepompong -> Kupu-Kupu Bukan proses yang sederhana. Boleh dikatakan sangat istimewa. Betapa tidak, perjalanan “to be” tersebut begitu panjang; banyak aral rintangan di sepanjang perjalanan. Entah faktor alam atau faktor predator.             Coba perhatikan dengan seksama, ketika masih berwujud telur, bahaya pun mulai mengintai; dari mulai dimangsa serangga atau dimusnahkan oleh manusia. Disaat telur menetas menjadi ulat, kembali cobaan mendera, bisa dipatuk burung dan lagi-lagi peran manusia ikut andil memusnahkannya dengan menyemprotkan cairan beracun. Tak sedikit dari mereka yang mati, namun ada juga diantara mereka yang   dan meneruskan perjuangannya   “to be.”             Meskipun demikian, penderitaan tidak cukup sampai di situ saja. Masih tetap berlanjut saat si ulat melakukan meditasi menyempurnakan wuju...

CINTA, CINTA, CINTA...

anak muda jatuh cinta anak muda putus cinta anak muda mencari cinta manusia butuh cinta cinta datang cinta pergi cinta melukai tak usah kau kejar dia yang pergi tak perlu menangis untuk yang melukai dengan seringai tajam berambisi cinta akan datang cinta akan menemani bukan dia tapi ada yang mengganti tenanglah, itu kiriman dari Illahi. 24102016