Langsung ke konten utama

PERCAKAPAN DALAM SURGA

PERCAKAPAN DALAM SURGA

X: “Asyik ya kita sudah masuk surga.”
Y: “Ya, saya bersyukur bisa berada di sini.”
X:  “Ngomong-ngomong, apa yang mengantarmu sampai di sini?”
Y: “Kata Malaikat di depan tadi, dia bilang aku masuk karena pernah nolongin nenek-nenek
      Nyebrang jalan.”
X: “Ohh, syukurlah. Kamu memang orang baik. Padahal dulu kulihat badanmu penuh tattoo.”
Y: “Ah kamu Kang, jangan memuji seperti tu. Aku ini preman jalanan. Eh kalau kamu sendiri                                                      
     Gimana?”
X: “Kalau aku cuma nyingkirin paku di tengah jalan.”
Y: “Paku? Wah kurang ajar. Itu pasti ranjau paku yang sengaja ditaburkan di tengah jalan. Awas      
     Nanti kalau ketemu orangnya.”
X:  “Sudah-sudah Kang jangan emosi gitu. Ingat kita berada di mana sekarang? Jangan lagi ada
      Dendam. Maafkanlah saja. Kalau toh pelakunya masuk Neraka , memangnya kamu mau           
      Menemuinya di sana? Tubuhmu akan ikut terbakar dan kalau kau justru tinggal di Neraka bagaimana? Lalu orang yang kau kejar justru masuk Surga karena sudah habis masa penyucian dalam api Neraka.”

Y:  “Oh iya ya Sob. Terima kasih sudah mengingatkanku.”
X:  “ Sama-sama Kawan. Eh lihat tuh, istri-istri kita memanggil untuk makan siang. Ayo kita come on.”


Y:  “Oke Guys.”


06102017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN BERSEDIH MESKI NASI SUDAH MENJADI SEMANGKUK BUBUR

PERENUANGAN #2...

METAMORFOSIS Telur -> Ulat -> Kepompong -> Kupu-Kupu Bukan proses yang sederhana. Boleh dikatakan sangat istimewa. Betapa tidak, perjalanan “to be” tersebut begitu panjang; banyak aral rintangan di sepanjang perjalanan. Entah faktor alam atau faktor predator.             Coba perhatikan dengan seksama, ketika masih berwujud telur, bahaya pun mulai mengintai; dari mulai dimangsa serangga atau dimusnahkan oleh manusia. Disaat telur menetas menjadi ulat, kembali cobaan mendera, bisa dipatuk burung dan lagi-lagi peran manusia ikut andil memusnahkannya dengan menyemprotkan cairan beracun. Tak sedikit dari mereka yang mati, namun ada juga diantara mereka yang   dan meneruskan perjuangannya   “to be.”             Meskipun demikian, penderitaan tidak cukup sampai di situ saja. Masih tetap berlanjut saat si ulat melakukan meditasi menyempurnakan wuju...

CINTA, CINTA, CINTA...

anak muda jatuh cinta anak muda putus cinta anak muda mencari cinta manusia butuh cinta cinta datang cinta pergi cinta melukai tak usah kau kejar dia yang pergi tak perlu menangis untuk yang melukai dengan seringai tajam berambisi cinta akan datang cinta akan menemani bukan dia tapi ada yang mengganti tenanglah, itu kiriman dari Illahi. 24102016