Langsung ke konten utama

BOEKAN NOVEL: DUNIA DALAM GADGET (Elegi dari rahim teknologi) #2


GADGET 2

“Nduk, coba besok ajak pacarmu itu ke rumah. Kenalkan sama Bapa dan Simbokmu,”

“Nggih Pak,”

“Kamu sudah dengar sendiri toh Nduk?
Simbok juga ingin kenalan sama…”
“Anto, Mbok,”
“Dia teman kuliahmu?”
“Bukan, Pak,”
Teman SMA, SMP?”
“Bukan juga, Mbok,”
“Lalu kenal di mana Nduk?”







“Teman kenal di facebook Pak, Mbok. Mas Anto orangnya baik, penyayang dan romantis,”
“Oalah Nduk-nduk… kamu yo seharusnya lebih hati-hati dengan kehidupan makhluk dalam hpmu itu,”

“Benar kata si Mbokmu. Bapak dan Si Mbok nggak mau anak perawan Bapak jadi korban kepalsuan dunia antah berantah itu, Nduk,”


02042017










Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUISI MBELING (ANTOLOGI BIAR MBELING ASAL ELING) #4

RONG-RONG kain batik kain barong berpakaian rapi ternyata garong mirip legenda si buta terong pegang pistol main todong main petak umpet sembunyi di lorong pura-pura jujur padahal bohong pura-pura loyal padahal merongrong mencuri kabel simpan di gorong-gorong kalau tertangkap malah teriak minta tolong rong, garong, garong wajahnya tampak bengis meski tanpa kumis baiknya pakai mimis untuk memberondong biar tak ada lagi yang suka nyolong biar kapok dan tak main serong. 22102016

SEPENGGAL KISAH KAMIS SENJA

02.30 sore duduk santai di beranda minum kopi sambil baca koran hmm... sungguh mengasyikkan kubaca koran yang aku lupa koran apa namanya halaman duabelas ada tulisan yang begini bunyinya :                 Tewas , usus terburai, kelamin terpotong , kepala terlepas dan kepala itu menggelinding, meluncur dengan cepat menuju ke pedagang kelapa. Dikira kelapa lalu diparut dan kemudian dilemparkan lagi. Kepala itu meluncur ke pedagang semangka, diambilnya dikira semangka, dipotong dan dicampakkan lagi ke got, dijilat anjing, dikerubuti lalat dan menggelinding lagi ke lapangan bola.                 Di sana, kepala itu ditendang kesana kemari, dikira bola digiring dan digolkan ke gawang. Dan kepala itu terus meluncur tanpa tuju sampai akhirnya ia terhenti di depan pintu dapur warung makan. Kepala itu lalu diambil si pemilik...