Langsung ke konten utama

PERENUNGAN #1




KACA MATA KUDA
(learn to listen)

Seekor kuda agar jalannya lurus ke depan, maka binatang simbol kejantanan itu dipakaikan kaca mata kuda. Agar matanya fokus ke depan tak melirik kanan-kiri.



Dalam pernyataan di atas, kaca mata kuda adalah suatu kiasan dari sifat egois.

            Ya, orang dengan sifat tersebut, diibaratkan dengan seekor kuda yang mengenakan kaca matanya. Dia tak mau tahu apa yang telah atau sedang terjadi di lingkungannya. Apapun pendapat orang lain yang tak sepaham dengan dirinya di anggap salah dan menjadi musuhnya.

            Orang seperti ini tak mampu menghargai perbedaan yang ada di sekitarnya, ia tak menyadari begitu banyak keanekaragaman tersebut.

            Tentunya anda tak mau menggantikan peran kuda dengan kaca matanya itu bukan? Jadi, cukup kuda saja yang memakainya. Deal?!!



                                                                                                            30 September 2008

                                                                                                                        14.22 WIB











Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN BERSEDIH MESKI NASI SUDAH MENJADI SEMANGKUK BUBUR

PERENUANGAN #2...

METAMORFOSIS Telur -> Ulat -> Kepompong -> Kupu-Kupu Bukan proses yang sederhana. Boleh dikatakan sangat istimewa. Betapa tidak, perjalanan “to be” tersebut begitu panjang; banyak aral rintangan di sepanjang perjalanan. Entah faktor alam atau faktor predator.             Coba perhatikan dengan seksama, ketika masih berwujud telur, bahaya pun mulai mengintai; dari mulai dimangsa serangga atau dimusnahkan oleh manusia. Disaat telur menetas menjadi ulat, kembali cobaan mendera, bisa dipatuk burung dan lagi-lagi peran manusia ikut andil memusnahkannya dengan menyemprotkan cairan beracun. Tak sedikit dari mereka yang mati, namun ada juga diantara mereka yang   dan meneruskan perjuangannya   “to be.”             Meskipun demikian, penderitaan tidak cukup sampai di situ saja. Masih tetap berlanjut saat si ulat melakukan meditasi menyempurnakan wuju...

CINTA, CINTA, CINTA...

anak muda jatuh cinta anak muda putus cinta anak muda mencari cinta manusia butuh cinta cinta datang cinta pergi cinta melukai tak usah kau kejar dia yang pergi tak perlu menangis untuk yang melukai dengan seringai tajam berambisi cinta akan datang cinta akan menemani bukan dia tapi ada yang mengganti tenanglah, itu kiriman dari Illahi. 24102016