Langsung ke konten utama

SEBUAH ARTIKEL (TRADISI YANG HILANG)


BENTHA-BENTHI, TRADISI YANG HILANG

Meski tak tercatat dalam sejarah di buku-buku anak sekolah, namun tradisi ini dulu pernah ada di Desa Tumiyang, sebuah desa di Kabupaten Banyumas.
Mengulik jejaknya bukan satu hal yang mudah, sebab para sesepuh pelaku ritual tersebut telah berpulang kehadirat Tuhan YME. Ironisnya, para anak turunannya tak ada yang berminat meneruskan tradisi tersebut.
Bentha-Benthi, sebagai ritual pemanggil hujan, dengan menggunakan media gayung yang didandani layaknya seorang perempuan jawa berikut baskom berisi air bercampur kembang telon (3 jenis bunga), selanjutnya ketika sang pemimpin ritual merapal doa, gayung yang telah didandani tersebut seolah memiliki jiwa, bergerak-gerak seperti melakukan tarian berbau magis.
Seiring tahun berganti, tradisi tersebut mulai ditinggalkan dan bahkan generasi muda sekarang tak banyak yang mengetahui, kalau di tempat tinggalnya pernah ada tradisi jawa tersebut.

260116


Komentar

Postingan populer dari blog ini

JANGAN BERSEDIH MESKI NASI SUDAH MENJADI SEMANGKUK BUBUR

PERENUANGAN #2...

METAMORFOSIS Telur -> Ulat -> Kepompong -> Kupu-Kupu Bukan proses yang sederhana. Boleh dikatakan sangat istimewa. Betapa tidak, perjalanan “to be” tersebut begitu panjang; banyak aral rintangan di sepanjang perjalanan. Entah faktor alam atau faktor predator.             Coba perhatikan dengan seksama, ketika masih berwujud telur, bahaya pun mulai mengintai; dari mulai dimangsa serangga atau dimusnahkan oleh manusia. Disaat telur menetas menjadi ulat, kembali cobaan mendera, bisa dipatuk burung dan lagi-lagi peran manusia ikut andil memusnahkannya dengan menyemprotkan cairan beracun. Tak sedikit dari mereka yang mati, namun ada juga diantara mereka yang   dan meneruskan perjuangannya   “to be.”             Meskipun demikian, penderitaan tidak cukup sampai di situ saja. Masih tetap berlanjut saat si ulat melakukan meditasi menyempurnakan wuju...

CINTA, CINTA, CINTA...

anak muda jatuh cinta anak muda putus cinta anak muda mencari cinta manusia butuh cinta cinta datang cinta pergi cinta melukai tak usah kau kejar dia yang pergi tak perlu menangis untuk yang melukai dengan seringai tajam berambisi cinta akan datang cinta akan menemani bukan dia tapi ada yang mengganti tenanglah, itu kiriman dari Illahi. 24102016