Langsung ke konten utama

DAN SURGA ITU ADALAH IBU

   Menjadi seorang Ibu ternyata tak mudah, lebih berat dibanding menjadi seorang ayah. Seorang ibu bisa bangun lebih awal dari matahari dan suara kokok ayam jago dini hari. Saat udara begitu dingin dan orang-orang masih meringkuk dalam selimut.
   Namun, apa yang dilakukan oleh perempuan tersebut tak pernah trcatat dan serigkali dilupakan; bahkan oleh dirinya sendiri.
   Mungkin peringatan Hari Ibu tak cukup layak sebagai apresiasi kepada seorang ibu, karena peringatan tersebut hanya sebatas seremonial tahunan yang tak pernah dikaji kedalamannya.
   Ibu, lebih layak diberi gelar pahlawan. Seperti beberapa tahun lalu, di negeri ini; ada satu acara penganugerahan gelar kepahlawanan bagi mereka yang konon pernah berjasa pada republik ini. Dan seorang ibu tak pernah mengharapkan pemberian gelar semacam itu, ataupun bintang jasa sekalipun. Ia hanya ingin kasih sayang serta kesetiaan tulus dari suami dan anak-anaknya.
   Ibu adalah uiversitas terbaik di seluruh dunia. Kalau kita sebagai anak didiknya, mampu belajar dan memahami apa saja yang diajarkan, tentang cinta, kasih sayang, dan sopan santun. Maka, tak mustahil kita akan lulus dengan predikat cum laude sebagai anak sholeh.
   Ibu, apapun sebutannya, entah itu bunda, mama, biyung, simbok,umi, atau momy. beliau tetap seorang perempuan mulia, yang tak bisa digantikan oleh apapun
   Ibu adalah surga yang sebenarnya. Jangan sampai sebagai anak, kita merusak keindahan surga tersebut dengan luka dan airmata.

Tumiyang, Pekuncen, 20112015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUISI MBELING (ANTOLOGI BIAR MBELING ASAL ELING) #4

RONG-RONG kain batik kain barong berpakaian rapi ternyata garong mirip legenda si buta terong pegang pistol main todong main petak umpet sembunyi di lorong pura-pura jujur padahal bohong pura-pura loyal padahal merongrong mencuri kabel simpan di gorong-gorong kalau tertangkap malah teriak minta tolong rong, garong, garong wajahnya tampak bengis meski tanpa kumis baiknya pakai mimis untuk memberondong biar tak ada lagi yang suka nyolong biar kapok dan tak main serong. 22102016

PERENUANGAN #2...

METAMORFOSIS Telur -> Ulat -> Kepompong -> Kupu-Kupu Bukan proses yang sederhana. Boleh dikatakan sangat istimewa. Betapa tidak, perjalanan “to be” tersebut begitu panjang; banyak aral rintangan di sepanjang perjalanan. Entah faktor alam atau faktor predator.             Coba perhatikan dengan seksama, ketika masih berwujud telur, bahaya pun mulai mengintai; dari mulai dimangsa serangga atau dimusnahkan oleh manusia. Disaat telur menetas menjadi ulat, kembali cobaan mendera, bisa dipatuk burung dan lagi-lagi peran manusia ikut andil memusnahkannya dengan menyemprotkan cairan beracun. Tak sedikit dari mereka yang mati, namun ada juga diantara mereka yang   dan meneruskan perjuangannya   “to be.”             Meskipun demikian, penderitaan tidak cukup sampai di situ saja. Masih tetap berlanjut saat si ulat melakukan meditasi menyempurnakan wuju...

MENGINTIP DUNIA LEWAT BUKU

      Bertamasya sekaligus berpetualang yang tak butuh banyak biaya bisa dilakukan dengan jalan membaca. Entah itu membaca buku, majalah maupun koran. Namun minat baca dikalangan masyarakat kita masih sangat kurang dibandingkan dengan masyarakat di negara maju. Di sana, orang lebih suka memanfaatkan waktu luangnya untuk membaca, ketika didalam kendaraan umum, dalam kereta api misalnya. Lain halnya dengan di Indonesia, justru asyik berkutat dengan gadgetnya.      Untuk menumbuhkan minat baca seseorang, bisa dimulai dari keluarga,saat si anak mulai mengenal huruf dan belajar membaca; Orang tua selayaknya menyediakan ruang special dalam rumahnya untuk dijadikan perpustakaan keluarga atau paling tidak menyediakan bacaan bermutu yang disesuaikan dengan tingkatan usia anggota keluarga.      Seseorang yang gemar membaca biasa disebut dengan si Kutu Buku, seringkali di gambarkan dengan sesosok orang berkacamata tebal, rambut licin dan tertata r...