Langsung ke konten utama

Postingan

PUISI MBELING (ANTOLOGI BIAR MBELING ASAL ELING) #1

TRAGEDI GADIS GUNUNG Anak gadis wajahnya murung luntang-lantung kayak orang bingung omongan berdengung ngang-ngung-ngang-ngung pikiran kacau benar-benar linglung anak gadis asal dari gunung pergi ke kota mencari untung bukannya untung malah buntung anak gadis jadi korban kadal buntung perut melembung seperti gunung anak gadis tambah bingung, pikiran kalut mati menggantung. 20102016

PUISI MBELING (ANTOLOGI BIAR MBELING ASAL ELING) #3

Dan bimbangpun meradang Kau malah sembunyi, sayang Datanglah mari kita berdendang Meski harus dengan suara sumbang Di bawah langit Meski tak tampak bintang Atau kelip cahaya kunang-kunang Sayang, apakah kau masih mengenang Waktu di taman saling pandang Kau tersenyum riang Saat di telingamu kuselipkan kembang’ Saat cinta membuat kita mabuk kepayang. 21102016
tercium sisa hujan di punggung dedaunan tempat menggambar makna kehidupan jangan lupakan janji yang pernah terucap sebelum ia menjadi pedang yang membunuhmu. 211020

PIECE OF PUZZLE

PIECE OF PUZZLE Selepas ashar kukembali dari kotamu, dengan segenggam mimpi yang masih kususun satu persatu seperti kepingkeping puzzle masa kanakkanak dulu… lalu kutanya padamu, di mana kau sembunyikan keping puzzle terakhir?   ayolah, sebelum senja berubah menjadi gelap   biar kurapikan susunannya. (09 September 2011)

SKENARIO DRAMA SATU BABAK "WAJAH DALAM CERMIN"

SKENARIO DRAMA SATU BABAK WAJAH DALAM CERMIN BY: PENSIL KAJOE    Suatu siang yang terik, seorang anak muda berjalan gontai. Di tengah jalan, ia melihat sebuah benda yang bersinar. Ia penasaran dan ada rasa takut menyelimutinya. Ext. Di jalan TOKOH 1 (ADIL) (berjalan mendekat dengan pelan, lalu jongkok   dan mengambil benda tersebut) Benda apa ini, sepertinya aku baru pertama kali melihatnya.                                                                                              ...